Festival Museum Nusantara
Museum adalah tempat dimana sejarah hidup kembali, begitulah kata pepatah. Di museum kita bisa melihat sekaligus belajar tentang segala sesuatu di masa lalu. Sayangnya, museum-museum di Indonesia selalu saja sepi pengunjung dan kalau pun ramai oleh pengunjung biasanya hanya di isi oleh anak-anak sekolah yang di ajak study tour oleh gurunya. Jarang sekali ada satu keluarga yang benar-benar ingin berkunjung ke museum. Untuk itulah tepat kiranya jika suatu saat museum-museum di Indonesia mengadakan Festival Museum Nusantara untuk menjaring animo masyarakat agar mau mengunjungi museum. Salah satu contoh yang bagus adalah yang dilakukan oleh anak-anak muda Bandung beberapa waktu yang lalu yang menjadikan museum Fatahila Jakarta sebagai ajang kreativitas mereka. Dan memang harus demikianlah adanya. Berbagai upaya baik oleh para pengurus museum atau pun masyarakat untuk menarik masyarakat agar mengunjungi museum.
Salah-satu museum yang tepat untuk di kunjungi oleh keluarga adalah museum-museum yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang begitu kaya akan segala sesuatu mengenai Indonesia. Di museum TMII ini keluarga harusnya paling tidak dalam setahun mengajak anak-anaknya berjunjung ke museum yang banyak terdapat di TMII disamping untuk berekreasi juga bisa dijadikan edukasi untuk mendidik putra-putri agar lebih mengetahui sejarah bangsanya sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan.
Festival Museum Nusantara sendiri sangat bagus untuk mempromosikan museum agar lebih memasyarakat. Begitu pun yang diadakan oleh museum-nuseum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Keuntungan diselenggarakannya Festival Museum Nusantara di TMII adalah samping karena jarak antar museum terbilang dekat, yang membuat satu keluarga bisa mengunjungi berbagai museum dalam satu hari, museum-museum di sini pun sangat beragam yairu terdiri dari 17 museum yakni: Museum Asmat, Museum Indonesia, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia, Museum Listrik dan Energi baru, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Olahraga, Museum Perangko Indonesia, Museum Pusaka, Museum Serangga dan Taman Kupu, Museum Telekomunikasi, Museum Transportasi, Museum Penerangan, Museum Bayt Al-Quran & Istiqlal, Museum Timor Timur, Museum Ikan Air Tawar dan Museum Ikan Air Laut.
Di berbagai museum itu disamping memiliki nilai edukasi, Anda pun bisa sekalian berekreasi melihat berbagai hal-hal yang sangat menarik, contohnya saja adalah ketika Anda mengunjungi Museum Ikan Air Laut, disamping Anda akan menyaksikan betapa kayanya biota laut kita, Anda pun bisa sekaligus mencoba terapi gigitan ikan kecil-kecil yang konon bisa menjadikan kulit segar kembali karena sel-sel kulit yang mati diambil oleh ikan-ikan tersebut. Kegunaan lain dari terapi ini pun konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti eksim, encok dan lain sebagainya.
Contoh lain yang tak kalah menarik adalah jika Anda mengunjungi Museum Asmat, Anda akan diperlihatkan berbagai ikuran indah dan menarik yang dibuat oleh tangan-tangan terampil suku Asmat. Dengan mengunjungi museum ini Anda akan sadar betapa kaya dan beragamnya budaya kita. Di Museum Pusaka Anda bisa menyaksikan berbagai senjata tradisional nusantara berikut manuskrip-manuskrip kuno warisan budaya nusantara. Di Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu kita bisa melihat betapa indahnya serangga dan kupu-kupu di nusantara ini. Belum lagi di museum-museum lainnya seperti Museum Telekomunikasi, Museum Transportasi, Museum Penerangan, Museum Bayt Al-Quran & Istiqlal, Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia, Museum Listrik dan Energi baru, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Olahraga, Museum Perangko Indonesia, dan sebagainya.
Pokoknya, dengan kebiasaan mengajak keluarga berkunjung ke museum-museum di TMII disamping akan menambah wawasan, lebih mengenal Indonesia, juga bisa berekreasi dengan biaya yang tak begitu besar. Untuk itu, mulai dari sekarang biasakan Anda maupun keluarga untuk berkunjung ke museum. Di museum sejarah terasa hidup kembali.
